BAGAIMANA MEMULAI MENULIS NOVEL BAGI PEMULA?

Aduh, terlalu malam saya memposting artikel ini. Lanjut ke inti aja, ya. Dari judulnya saja pasti Anda langsung tertarik jika ingin bercita-cinta menjadi penulis.

author-writing-writer
SEORAN WANITA SEDANG MEMIKIRKAN SEBUAH IDE

Hmmm … seorang penulis haruslah memiliki ide-ide yang liar (tidak mainstream), berani bertanggung jawab, dan menghargai waktu. Kadang, selama saya menulis sebuah novel atau cerpen, saya atau bahkan Anda, terpengaruh ke dunia internet—mencari informasi penting, bermain facebook, twitter, atau bermain game. Itu sebenarnya membuat waktu molor.

Sebelum menulis sebuah novel atau cerpen. Seorang penulis harus:

1. Mengetahui penggunaan peraturan EYD.

2. Mengetahui penggunaan kata dalam KBBI.

3. Apa tujuannya menjadi penulis. (Kalau saya untuk meraih cita-cita, membanggakan ortu, dan ingin karya saya dibaca orang banyak.)

4. Sering membaca buku sejenis, seperti novel.

Empat itu saja sudah cukup. Jika sudah yakin ketiga point tadi ada di dalam jati diri Anda, maka cara menulis sebuah novel bagi pemula menurut saya, yaitu:

1. Siapkan genre cerita yang akan Anda buat.

Genre itu sangat banyak, seperti horor, fantasi, romance, metropop, dll.

2. Memilih Penerbit

Jika kalian memilih genre horor, maka jangan kirim naskah novel Anda tersebut ke penerbit buku anak-anak. Kirim ke penerbit yang cocok, seperti Mediakita, Bukune, Gagasmedia, dll. Kenapa saya meletakkannya di nomor dua? Karena kalau terakhir, pasti kalian pada bingung tentang informasi tentang penerbit ini menerima genre apa. Selain itu, jika spasi, jenis tulisan ditentukan, pasti Anda sudah merencanakannya dari awal dengan mengetahui informasi dari penerbit. Kalau naskah Anda selesai sebanyak 280 halaman, tapi penerbit membatasi 215 halaman? Nah, pasti membuat Anda harus mencari penerbit lain lagi, ‘kan? (Sebenarnya point kedua ini bisa dilakukan terakhir.)

3. Tulis nama-nama tokoh dalam genre yang Anda buat.

Ya, beri nama, karakter, dan ciri-ciri tokoh tersebut. Jangan takut membuat tokoh yang sangat banyak. Lihat saja Harry Potter, Percy Jackson, atau Beyonders, yang memiliki puluhan tokoh hingga bercabang-cabang setiap keluarganya. Nama-nama tokoh haruslah menarik dan mudah diingat oleh para pembaca.

4. Membuat judul naskah novel.

Point keempat ini juga bisa diletakkan paling terakhir, tapi saya selalu memosisikannya sebelum menulis bab pertama. Tujuan saya menempatkan judul di nomor 4: supaya tidak pusing mengambil judul saat naskah novel selesai. Maksudnya, jika judul novel yang Anda buat ada berhubungannya dengan nama tokoh—seperti Harry Potter, Nicholas Flamel, dll—maka itu akan menjadi mudah penentu judul. Selain itu, nama tempat atau benda juga bisa dijadikan judul, seperti Hive: Higher Institute of Villaineous Education (HIVE) (Mark Walden). Selain dua hal tadi, karakter juga bisa menjadikan judul naskah, seperti karakter Divergent karya Veronica Roth, atau kompotisi, seperti The Hunger Games.

5. Susun kerangka cerita. 

Dalam point kelima ini, boleh Anda mencoret-coretnya di buram atau buku lain. Tulis hal-hal penting dalam imajinasi yang telah Anda pikirkan. Terus perpanjang masalah dari satu bab ke bab yang lain, tapi harus nyambung, kecuali kumcer. Jangan takut masalah yang menguasai tokoh utama itu terlalu lama selesainya, karena hal itu yang membuat pembaca tertarik. Semakin lama masalah selesai, maka pembaca semain tertarik membuka dan membaca setiap lembarnya. Lihat saja novel 4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu yang masalahnya berbelit-belit, atau novel Paris yang bertumpuk-tumpuk untuk mencari siapa tokoh cowok tersebut.

6. Mulai menulis di bab pertama.

Permainan dimulai saat hari itu juga. Kalian ditantang untuk menyelesaikan sebuah naskah yang berjumlah lebih dari seratus halaman. Dalam point keenam ini, kalian diminta untuk selalu membuka KBBI online, seolah menjadikan KBBI sebagai pacar setiap menulis. Selain itu juga memerhatikan tanda baca, dll. Tips untuk membuat kalimat pertama itu adalah tidak dengan adegan matahari terbit, bangun tidur, mandi, mengucek mata.

7. Lakukan evaluasi.

Menurut KBBI, evaluasi itu adalah penilaian. Nah, setelah selesai menulis naskah novel yang sudah tuntas masalahnya—kecuali fantasi, jika ingin dibuat sekuel—maka lakukanlah point ini. Baca kembali seluruh halaman yang telah Anda bukan, lengkapi jika ada adegan yang kurang greget. Nilai naskah Anda, karena Anda sendiri yang akan menjadi editor pertama.

8. Lakukan revisi.

Sudah selesai melakukan edit satu kali di tahap evaluasi? Oh, itu belum cukup. Mata kalian masih melewatkan kata-kata, EYD, tanda baca, dll, yang masih salah. Perbaiki kembali tulisan dengan membaca lagi naskah, baca referensi asal-usul tempat yang kalian buat, dan lakukan dengan teliti.

9. Lakukan revisi kembali.

Point kesembilan hanya berlaku untuk penulis yang tidak puas dengan ketelitiannya dalam memeriksa isi naskahnya (termasuk saya). Seperti point nomor 7 dan 8, lakukan kembali hal-hal tersebut.

10.Kirim naskah novel Anda.

Nah, naskah novel Anda sudah selesai. Betapa gembiranya, ‘kan? Pada point kedua tadi kalian sudah memilih penerbit. Nah, kunjungi lagi websitenya, lihat dan baca lagi cara mengirim naskahnya, siapa tahu ada yang berubah. Jika sudah yakin, print naskah novel Anda. Kemudian lengkapilah perlengkapannya: daftar isi, karakter tokoh, sinopsis, isi cerita, dan biodata penulis. Jika semua sudah lengkap, letakkan di dalam amplop lamaran kerja. Kemudian tulis surat pengantarnya.

11. Menunggu keputusan dari penerbit.

Menunggunya cukup lama. Paling cepat 1 bulan atau 3 bulan. Dan yang paling lama bisa setahun, lho. Jangan khawatir, tanyakan pada penerbit tempat naskah Anda terkirim, lebih sopan menanyakan seminggu sejak naskah dikirim atau 3 bulan sejak naskah dikirim. Jauhi menanyakan berkali-kali.

———

Nah, tadi adalah Bagaimana Memulai Menulis Novel bagi Pemula. Menurut saya, artikel dengan judul ini sudah banyak, tapi semoga bermanfaat dan berbeda dari yang lain. Tunggu postingan selanjutnya🙂

#TIPS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s