HAL-HAL YANG HARUS DIHINDARI PENULIS SAAT MENULIS

Banyak penulis yang tidak konsen saat menulis, terutama saya. Tetapi, biasanya hal-hal yang merayu saya supaya ditunda dulu menulis ternyata bisa diatasi, walaupun tidak sepenuhnya.

PENULIS YANG SEDANG MENULIS.
PENULIS YANG SEDANG MENULIS.

Tujuan pertama seorang penulis saat menulis adalah menyelesaikan tulisannya. Hmmm … banyak orang sok tahu di luar sana, yang mengejek penulis itu jelek bingit profesinya, terutama penggunaan kata ‘menulis’ bukan ‘mengetik’. Nggak tahu bingit tuh orang, ya. Malas cek KBBI, deh. (Ah, ini di luar topik. Lupakan.)

Seorang penulis harus mempunyai aturan sendiri selama menulis. Mengapa? Karena akan sangat mudah untuk menyelesaikan tulisan kita. Nah, keren, bukan? Ya, keren!

Nah, bagi penulis yang merasa tulisannya amburadul dan tidak selesai-selesai—jangan hubungkan dengan skripsi—bisa dibaca artikel atau  postingan ini. Nah, nggak sabar. ‘kan? Berikut hal-hal yang harus dihindari penulis saat menulis karyanya:

1. Hindari membuka kalimat pertama yang klise: Kalimat pertama adalah kalimat pembuka, yang akan dibaca pertama kali oleh pembaca. Usahakan kalimat pertama ini tidak klise atau seperti kalimat pembuka cerita kebanyakan yang sudah menjamur. Tipsnya: Beri pembaca sebuah masalah yang ringan dan bukan masalah inti, beri kalimat pertama dengan percakapan, atau beri sedikit gaya kalimat pertama kamu yang sangat berbeda dari yang lain.

2. Jangan terlalu sering mengecek tesaurus saat menulis: Jika kamu—ya, kamu yang ingin jadi penulis—saat menulis melakukan poin kedua ini, jangan harap tulisanmu akan cepat selesai. Kenapa? Ya, karena kamu malah sibuk mengganti sinonim yang cocok.

SINONIM KATA 'BERANTAKAN'
SINONIM KATA ‘BERANTAKAN’

Contohnya, sinonim dari kata ‘berantakan’, yang bisa dilihat dari gambar di samping. Sangat banyak, bukan? Belum lagi kamu cari arti katanya di KBBI, yang apakah cocok dengan suasana dalam cerita kamu. Jadi, poin kedua ini bisa kamu lakukan ketika mengedit naskah kamu setelah cerita di naskahmu selesai. Tapi, kalau kamu sudah ahli bahasa Indonsia, poin kedua ini tidak masalah.

3.Tidak mematuhi peraturan sebuah penerbit: Poin ini ditunjukkan kepada penulis yang ingin menyerahkan naskahnya ke sebuah penerbit. Aturi peraturannya! Jangan sesekali mengubah spasi yang jauh dari kriteria mereka, yang bertujuan supaya jumlah halaman kalian bertambah. Contoh, spasinya 1.5, tapi kamu buat 2.3. Jauh bingit, ‘kan? Tapi, kalau kamu mau tambah, silakan, dan jangan terlalu berlebihan seperti tadi, usahakan maksimal 1.7 dari spasi 1.5.

4. Menulis saat mood buruk, malas-malasan, sakit, sibuk, dan lelah: Hindari poin ini! Kalau poin ini ada pada dirimu saat itu, yang tidak memungkinkan untuk menulis, jangan lakukan! Kenapa? Bisa jadi beberapa paragraf saat kalian mengalami poin keempat ini, pembaca—terutama kamu saat mengedit paragraf-paragraf tersebut—akan merasa paragraf-paragraf tersebut membosankan karena sesuai dengan isi hatimu saat poin keempat ini menguasai perasaanmu. Mau naskahmu dilempar ke dinding? Nah, jangan menulis jika poin keempat ini menguasai tubuhmu, ya.

5.Terlalu banyak aturan saat kamu menulis: Buat aturan sih boleh, tapi jangan terlalu berjibun. Beberapa aturan yang boleh kamu buat adalah tokoh-tokoh, alur, perwatakan, dan semua yang berhubungan dengan ceritamu. Tapi, kalau kamu banyak aturan dampaknya adalah, kamu terlalu lama untuk menyelesaikan naskahmu. Contohnya, jam segini saya harus tidur, tapi saya sedang menulis. Eitts, itu yang membuat tulisanmu tidak selesai. Atur waktu.

6. Terlalu cepat mengumbarkan inti masalah: Ini juga tidak boleh. Inti masalah diumbarkan kepada pembaca, jadi mudah ditebak. Kalau masalah yang diumbarkan bisa menipu pembaca dan ada beberapa masalah yang belum terjawab, maka boleh-boleh saja karena pembaca masih penasaran. Nah, jika masalah inti diumbarkan tanpa menipu pembaca, maka naskahmu juga akan terlalu tipis dan kamu senang cepat selesai naskahmu. Tapi, apa kamu yakin pembaca suka buku-buku yang tipis? Pikirkan, ya.

7. Menulis tidak saat malam hari dan saat suasana sangat ramai: Pertama, kalau kamu menulis di siang hari, pagi, atau sore, maka imajinasimu tidak berkembang sangat luas. Saya banyak membaca tips dari beberapa penulis luar kalau malam hari adalah waktu yang pas saat menulis, terutama dini hari.

Nah, suasana yang ramai juga tidak mendukung tulisanmu cepat selesai, malah jadi amburadul karena diikuti oleh suasana sekitar. Usahan sangat sepi, tapi jangan di kuburan atau hutan, ya. Kalau kamu seorang introvert seperti saya, pasti menulis saat suasana ramai bisa diatasi dengan cepat.

internet
CHROME DAN SEJENISNYA

8. Terlalu banyak memencet Chrome, Explorer, Firefox, dan sejenisnya: Kamu menulis atau bermain internet? Kebanyakan penulis pemula saat ini sering mengecek timeline jejaring sosial mereka. Seperti saya, saat menulis sering mengecek timeline Twitter. Aduh! Mending kita hindari, ya! Tapi, kalau kamu memencet Chrome dan sejenisnya untuk keperluan menulis seperti KBBI Online dan tesaurus, boleh-boleh saja.

9. Menulis sembarang menulis: Mengerti? Pasti kamu ngerti, kok. Ya, kamu menulis seperti nulis status dan mengetik SMS. Cek KBBI! Tak mau ‘kan KBBI dilempar ke mukamu? Nggak mau? Nah, hindari poin kesembilan ini, terutama yang sering pakai bahaya alay  saat menulis, yang bikin mata dan otak perih!

10. Menulis dan mengedit dalam satu waktu: Ini juga dihindari, tapi bagi penulis yang punya bakat poin ini bisa tidak dihindari, tapi dikembangkan. Hihihi. Kalau kamu menulis novel dengan halaman yang banyak, tapi kamu mengedit juga seluruh halaman yang sudah kamu tulis, bisa-bisa waktu emas kamu hanyut. Pasti kamu berpikir: ‘Kan bisa nggak capek-capek lagi saat naskahnya selesai. Errrr! Kalau ada peraturan baru di bab selanjutnya, yang berhubungan dengan bab sebelumnya gimana? Harus diedit lagi, ‘kan? Nah, apalagi kamu tidak yakin naskahmu bagus ketika kamu sudah mengetik dan mengedit sekaligus., jadi kamu harus mengedit lagi. Percuma, bukan? Pikirkan!

——

Hanya sepuluh hal yang bisa saya jabarkan di artikel kali ini. Ini juga separuh dari pengalaman saya ketika menulis, serta pengalaman penulis lain. Nah, kalau bisa seluruh poin itu kalian hindari. Tapi, kalau menurut kalian ada yang tidak harus dihindari sat kalian menulis, silakan teguhkan dan rasakan akibatnya. Wkwkwkwk.

Semoga bermanfaat. Tunggu posting atau artikel selanjutnya.

#TIPS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s