ROWLING RENCANAKAN NOVEL MISTERINYA SEPERTI HARRY POTTER

Sudah hampir sebulan lebih saya tidak aktif di blog karena sibuk nulis. Aduh! Nah, berikut info untuk pembaca dari saya, yang juga saya baca di beberapa media online: (Ini tulisan saya, ya. Bukan copas.)

J.K Rowling or Madame Rowling

Siapa yang tidak tahu dengan Harry Potter? Si Anak yang Bertahan Hidup! Kalau kalian belum tahu, berarti basi bingit! Sekitar tiga hari atau dua hari yang lalu saya mendapatkan sebuah kabar gembira dari J.K Rowling kalau ia akan membuat seri The Cuckoo’s—bukan cooking—Calling menjadi 7 seri. Tapi, ada juga berita yang mengatakan lebih dari seri Harry Potter.

Nah, Madame Rowling saja menulis kisah Harry Potter setiap seri meningkat halamannya, kecuali dari buku kelima ke buku keenam yang turun, serta buku keenam ke buku ketujuh yang naik drastis.

Madame Rowling juga mengatakan kalau seri novel misteri ini juga memiliki masalah yang berjibun. Wow! Dan ceritanya detektifnya begitu hidup! Benar juga sih, karena biasanya kisah detektif membuat pembaca terus penasaran di setiap halaman berikutnya. Mungkin ini salah satu taktik Madame Rowling pindah genre sebagai penulis.

Penulis bestseller seri Harry Potter ini ternyata menikmati setiap menulis kata demi kata seri pertama dan keduanya, yaitu The Cuckoo’s Calling dan The Silkworm.

“Saya menyukai cerita tentang fiksi kejahatan. Saya selalu menyukainya. Saya banyak belajar, membaca, dan berpikir karenanya dan akan terus menikmati menuliskannya entah sampai kapan,” tuturnya.

Hmmm … Madame Rowling ternyata menyukai fiksi kejahatan, tapi ia tidak jahat, ya. Madame Rowling sungguh baik! Sungguh! Nah, dari cara Rowling menulis inilah saya meniru setiap saya akan menulis.

The Cuckoo’s Calling Cover

Sekarang, eh sekarang … naskah novel ketiga detektif ini sudah selesai, tapi ia masih cepat-ce pat menyusun kerangka cerita naskah keempat. Enak banget, ya! Ya, enak banget jadi penulis full-time! Tapi, Madame Rowling masih memakai nama penanya, yaitu Roberth Gailbraith. Hmmm … sebenarnya wajar saja sih kalau nama penanya yang sudah terbongkar itu dipakai terus. Lihat saja Tere Liye, yang memakai nama pena dengan nama asli Darwin, tapi para pembaca nggak marah-marah tuh. Maksudnya, banyak pembaca yang protes kalau Madame Rowling memakai nama pena di genre terbaru novelnya. Nah, silakan teliti lagi alasan saya tadi.

Katanya, terjemahan The Cuckoo’s Calling seperti terjemahan GT (Google Translate), tapi saya rasa tidak deh—padahal saya belum baca, wkwkwk. Nah, The Silkworm rencananya akan terbit bulan Oktober 2014 di GPU. Sebenarnya, kalian—para pembaca—bisa membaca versi Inggrisnya, yang dibeli dari toko buku online yang bisa impor buku luar negeri.

Sampai saat ini saya belum tertarik dari novel detektif dan misteri, tapi insyaallah—ingat kalimat itu, ‘insyaallah’, bukan janji, ya—akan tertarik untuk kedepannya. Saya harap kasusnya menyamai Sherlock Holmes—nggak terlalu berharap—atau Conan.

Nah, sekian berita bahagia—aduh—dari saya! Sampai jumpa! Tapi, berikut cover buku The Silkworm (A Cormoran Strike #2)

The Silkworm Cover

#BERITAHANGAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s