MENULIS NOVEL ATAU CERPEN?

Siang!!! Jawab, dong! Siang!!!

Hihihi. Hari ini kita akan membahas: Menulis Novel atau Cerpen? Nah, pasti kalian kebingungan untuk memilihnya. Kalau yang untuk coret-coret di word atau sejenisnya, mending pilih cerpen aja, ya.

SEORANG PENULIS SEDANG MENULIS OUTLINE CERITANYA.
SEORANG PENULIS SEDANG MENULIS OUTLINE CERITANYA.

Setiap calon penulis—atau bahkan penulis yang sudah menerbitkan karya—pasti ada yang menulis novel dan cerpen sekaligus dalam waktu yang berbeda maupun tidak. Nah, ini nih kelebihan dan kekurangan jika kamu bingung ingin menulis novel atau cerpen: (Langsung saja, karena saya nggak suka lama-lama dan panjang lebar.)

A. Novel

ILUSTRASI TUMPUKAN NOVEL
ILUSTRASI TUMPUKAN NOVEL

Novel itu adalah karangan sastra yang jumlah kata dan halamannya melebih cerpen, yaitu lebih dari 12.000 kata dan halamannya di atas 100. Berikut kelebihan dan kekurangan jika kamu niat menulis novel:

  • Kelebihan:

1. Kamu akan dengan leluasa menjelaskan kepada pembaca apa saja yang terdapat dalam ceritamu hingga sampai akar-akarnya. Jadi, kamu puas banget bercerita, seperti sama halnya dengan curhat.

2. Menulis novel sangat asyik, sebab kamu akan puas untuk menuliskan banyak karakter. Tapi, kebanyakan karakternya jangan banyak-banyak, misalnya 80 karakter dalam satu novel. Errr, bikin pembaca pusing mengingat namanya satu per satu.

3. Jumlah halaman dan kata tak dibatasi sehingga kamu tidak akan takut kalau ceritamu itu tidak asyik, karena tidak seperti cerpen yang pendek bingit.

4. Terdiri dari banyak bab sehingga kamu bisa dengan sukses—kalau sukses, tapi kabulkan saja—membuat banyak masalah, tapi tetap berhubungan masalah satu dengan masalah yang lain.

6. Peluang karya kamu akan terbitkan semakin besar, karena sekarang banyak novel berhalaman tipis dan tebal bertebaran di toko buku, yang padahal sudah lama adanya. Hihihi.

7. Kalau kamu sukses menulis satu naskah novel, berarti kamu bisa membuat pembaca senang karena mereka—pembaca—akan hanyut dalam bacaanmu yang sedetail itu menjelaskannya.

  • Kekurangan:

1. Kamu tidak akan bisa menyelesaikannya dalam waktu satu jam atau satu hari, karena novel itu karangan yang sangat panjang.

2. Butuh kesabaran untuk menulis, terutama bagi penulis yang dilanda writer’s block.

3. Menulis novel butuh memakan waktu yang lama sehingga waktu pentingmu terbuang. Tipsnya: menulis saat tengah malam ketika libur dan saat malam minggu ketika sibuk, juga saat libur. Hal lainnya, yaitu bikin outline supaya kamu bisa lancar menulis dari bab ke bab lainnya.

4. Jika naskah novel kamu sudah selesai, maka kamu butuh waktu sekitar 2-4 hari untuk mengedit naskah novel yang berkisar sampai 160-an. Sedangkan di atas itu butuh 2 minggu atau lebih, terutama naskah 300-an. Jadi, kamu butuh waktu mengedit naskah itu lagi dari awal cerita dalam waktu yang lama.

B. Cerpen

ILUSTRASI SEBUAH CERPEN DI BUKU TULIS.
ILUSTRASI SEBUAH CERPEN DI BUKU TULIS.

Cerpen itu singkatan dari cerita pendek, yang jumlahkatanya maksimal 10.000 kata dengan halaman kira-kira 10 halaman.

  • Kelebihan:

1. Ceritamu akan cepat selesai dalam satu hari! Keren!

2. Kamu tidak akan mengalami writer’s block, karena menulis cerpen hanya mentok ke satu masalah sehingga kamu tidak akan memikirkan masalah dan ide yang lain. Walaupun ada penulis cerpen mengalami hal ini disebabkan karena mereka terlalu malas untuk menulis, padahal ide sudah tertanam di otak mereka.

3. Kamu tidak akan susah payah untuk mengeditnya. Jadi, mengedit satu cerpen seperti mengedit satu bab pada novel.

4. Terdiri atas satu bab—sebenarnya nggak ada bab dalam cerpen, sepertinya—jadi kamu tetap fokus dalam satu masalah di dalam cerita yang kamu buat.

  • Kekuarangan:

1. Kamu akan kesulitan untuk memberi informasi tokoh, ciri-ciri tokonya, dan sejenisnya untuk dijabarkan dalam ceritamu, membuat pembaca tidak mengerti betul cerita yang kamu buat tersebut.

2. Peluang untuk diterbitkan sangat kecil sekali, kecuali kamu membuat kumcer atau kumpulan cerpen, yang akhirnya menjadi beberapa lembar dan menjadi satu novel. Biasanya, cerpen sering dimuat dalam koran-koran dan tidak pada penerbit.

3. Banyak pembaca yang tidak puas dengan sebuah cerpen, tapi kalau penulis bisa berhasil membangun suasana dalam ceritanya, maka poin ketiga ini tidak berlaku.

C. Kesamaan antara novel dan cerpen

Ternyata, ada juga kesamaan antara dua sastra ini! Berikut penjabarannya walaupun sedikit:

1. Sama-sama sebuah cerita, yang akan dibaca pembaca mana pun.

2.  Penulis akan tetap menulis outline ceritanya sehingga dengan mudah, tapi ada juga yang tidak melakukan. Entah kenapa. Tanya saja ke penulis yang tidak melakukannya.

———

Ouch! Itu saja, ya! Nah, mana pilihan kamu? Masih bingung? Itu mata sudah melihat, tapi otak tak mencerna membacanya! Uh! Baca lagi ya kalau masih belum mengerti, atau tinggalkan pertanyaan di kolom komentar.

Semoga ilmu di artikel ini bermanfaat untuk siapa saja, terutama bagi para penulis! Sampai jumpa di postingan atau artikel selanjutnya! Dah!

#TIPS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s