YUK KETAHUI ALUR DALAM SEBUAH CERITA!

Pasti seluruh penulis tahu kalau pengertian dari alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk peristiwa-peristiwa dalam cerita, yang dilengkapi konflik sehingga cerita tampak lebih mantap.

ILUSTRASI
ILUSTRASI

Nah, peristiwa-peristiwa tersebut saling berhubungan secara runtut sehingga terjalin sebuah cerita yang utuh, tapi ada alur sebuah cerita yang gantung sehingga sebenarnya ceritanya utuh, namun masih belum diselesaikan oleh penulis, dan biasanya ini adalah cerita yang berseri.

Terlebih dahulu, di sini saya akan menjelaskan beberapa alur dalam sebuah cerita:

1. Alur maju/progresif

Hmmm … alur maju pasti sudah menceritakan peristiwa-peristiwa dalam cerita secara kronologi atau menurut urutan peristiwa. Nah, pada alur maju ini kalian harus memulainya dengan sesuatu yang tidak boleh adanya alur mundur atau flashback, lalu cerita kamu diakhiri dengan tahap penyelesaian.

2. Alur sorot balik/regresif

Kalau dipikir-pikir, alur regresif membuat pembaca mudah menebak sebuah cerita karena pada kalimat pembuka pada bab pertama saja sudah memaparkan sebuah masalah, puncak ketegangan, atau penyelesaian dari masalah di cerita.

Dengan kata lain, alur ini menceritakan peristiwa-peristiwa dalam cerita secara terbalik, juga tidak dimulai dari tahap pengantar, yang berarti membuat pembaca langsung bergejolak ketika—terutama sebuah masalah—membacanya.

3. Alur gabungan

Ini adalah alur yang paling saya suka, begitu juga dengan penulis lain! Sepertinya. Alur ini merupakan gabungan dari alur progresif dan regresif, membuat pembaca pusing alih-alih mengerti isi sebuah cerita. Mungkin.

Selain itu, kita bisa bebas untuk menceritakan masa lalu si tokoh.

  • Bagaimana tahapan membuat alur cerita yang bagus?

Pasti pertanyaan itu muncul setelah membaca sebagian isi artikel ini. Nah, saya akan menjabarkannya sebagai berikut:

1. Pengantar atau pengenalan

Nomor satu ini bisa berupa pengenalan tokoh dalam cerita kalian, juga bisa kondisi sebuah tempat, suasana, atau keadaan si tokoh. Ini bisa menjadi lukisan keadaan yang menuntun pembaca untuk mengikuti jalan cerita.

2. Munculnya sebuah masalah

Jika kalian memunculkan masalah kecil di paragraf awal di bab pertama, maka selesaikan dengan cepat sehingga tidak membuat pembaca mengira itu adalah masalah besar.

Pada poin ini kalian bisa memunculkan masalah lebih besar—jika sebelumnya ada masalah kecil—supaya pembaca makin tertarik untuk membaca cerita kalian.

3. Puncak ketegangan/klimaks

Nah, ini yang paling saya sukai! Pada klimaks, pembaca akan semakin kaget dan ketakutan atas nasib tokoh-tokoh dalam cerita karena sudah menggambarkan masalah di cerita yang semakin mengkhawatirkan dan gawat. Maka dari itu, buatlah klimaks yang benar-benar mendebarkan pembaca.

4. Penyelesaian

Pasti kalian sudah tahu apa arti penyelesaian, yaitu sebuah masalah inti dari cerita yang sudah bisa diselesaikan secara tuntas. Namun, ada cerita yang berseri sehingga ada beberapa masalah ringan—seperti pada novel Harry Potter ke-3, yang menampilkan ke mana sosok Petter Pettigrew pergi—yang membuat pembaca masih penasaran ke seri selanjutnya.

———

Bagaimana, apa kalian semakin paham apa itu alur dalam sebuah cerita? Kalau belum, silakan tanyakan di kolom komentar, atau kirim pertanyaan ke email saya, ataupun baca ulang dan pahami lebih detail isi artikel ini sampai kalian benar-benar paham.

Semoga bermanfaat!

#TIPS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s