CARA MEMBUAT SINOPSIS UNTUK DIKIRIM KE PENERBIT

Nah, kerap kali naskah yang masuk ke meja editor di seluruh penerbit di Indonesia ternyata bermasalah pada sinopsis. Maka dari itu bisa disimpulkan kalau sinopsis adalah bahan penting yang dilirik oleh editor, baik naskah fiksi maupun nonfiksi. Namun, ada beberapa lirikan editor untuk sebuah naskah:

1. Judul naskah novel tersebut.
2. Sinopsis ceritanya.

3. Keunikan cerita dengan naskah yang masuk.
4. Gaya bahasa si penulis dalam bercerita.
5. EYD, tanda baca, dan diksi.
6. Alur cerita.

SYNOPSIS, atau dalam bahasa Indonesia adalah SINOPSIS
SYNOPSIS, atau dalam bahasa Indonesia adalah SINOPSIS

Enam poin tersebut bisa dijadikan sebagai bahan penting bagi penulis, termasuk saya. Di sini, ada beberapa poin yang akan saya paparkan sesuai dengan judul artikel untuk naskah fiksi:

1. Buatlah sinopsis yang tidak mengundang tanda tanya

Maksudnya, sinopsis itu tidak seperti kebanyakan sinopsis di bagian belakang novel kebanyakan. Poin pertama ini juga kerap kali saya baca ulasan beberapa editor, seperti: Apakah si A akan bertemu dan menyelamatkan kota yang terpendam itu? Siapakah penyebab dari ini-itu?

Namun, kalian bisa saja memasukkan beberapa informasi yang mengundang tanda tanya tanpa memakai question words. Mengerti?

2. Pakai sudut pandang orang ketiga

Apa kalian pernah melihat bagian belakang seluruh novel ada yang memakai sudut pandang orang pertama seperti aku atau saya, maupun sudut pandang orang kedua? Tidak! Biasanya, sudut pandang orang ketiga ini memakai nama-nama tokoh dalam cerita sehingga enak dibaca gitu.

3. Isi sinopsis dengan bagian-bagian inti di cerita kalian

Namun, jika ada banyak adegan yang menarik menurut kalian, tulis saja, tapi jangan dijelaskan panjang lebar sehingga memakan halaman nantinya. Dengan kata lain, jelaskan saja dengan kalimat yang jelas, tidak terlalu detail, dan mudah dipahami, serta mengundang tanda tanya tanpa question words.

4. Tulislah dengan “membocorkan” masalah utama dalam cerita kalian

Nah, dalam arti kata “membocorkan” pasti sudah membuat penulis gelisah karena editor tak menarik lagi untuk membuka lembaran-lembaran naskahnya. Eiitts! Jangan cemas dulu, ya! Justru editor akan senantiasa menilai seluruh naskah yang masuk, termasuk idenya bagus.

“Membocorkan” masalah umum berarti apa penyebab masalah tersebut muncul, siapa pelaku dalam masalah tersebut, bagaimana cara menyelesaikannya, kapan diselesaikannya, harus dibocorkan. Seperti yang saya katakan, masalah yang tidak terlalu penting tidak harus dibocorkan, yaitu pertanyaan tanpa questions word.

  • Eh, empat poin yang bisa saya beritahu, ya! Tetapi, saya akan memberitahu beberapa tentang sinopsis dalam naskah:

1. Letaklah sinopsis cerita kalian di halaman setelah daftar isi

Ini memudahkan editor untuk membaca cerita kalian.

2. Satukan saja sinopsis dengan naskah kalian

Tetapi, kalau kalian ikut lomba dengan batas 150 halaman atau kurang dari itu, maka pisahkan saja sehingga kalian bisa leluasa untuk memperpanjang alur cerita di naskah novel kalian. Kenapa? Contohnya, cerita kalian 150 halaman dan itu maksimal halamannya, tetapi ditambah sinopsis 3 halaman. Kan jadi 153, otomatis nggak mengikuti syarat.

3. Tulislah sinopsis dengan rapi sesuai EYD

Ini pasti paling penting di mata editor. Namun, biasanya editor jarang mengoreksi EYD, tanda baca, diksi, dan struktur kalimat dalam sinopsis. Jadi, jangan takut, tetapi tetaplah buat sinopsis yang indah untuk dilihat.

———

Selesai! Semoga bermanfaat, ya! Sinopsis itu perlu sekali! Ingat!

#TIPS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s