BERBAGAI PERTANYAAN SEBELUM HINGGA SELESAI MENULIS

Malam! Bonsoir! Good evening!

ILUSTRASI
ILUSTRASI

Hmmm … akhir-akhir banyak informasi seputar film, ya, tapi kali ini ada #TIPS dari artikel ini. Sebenarnya ini tidak lebih dominan ke #TIPS, tetapi masuk ke kategori #TIPS karena banyak pertanyaan yang membuat kamu tahu bagaimana ini-itu bisa diatasi dalam hal tulis-menulis.

Dari judulnya, kerap kali seseorang yang ingin menulis selalu kebingungan dengan apa yang ingin ia tulis, termasuk saya ketika pertama kali menulis dan mengetik rangkaian kata di Word.

Sebelum memulai, saya men-“camkan” sebuah peraturan dalam artikel ini, yaitu:

  • Setiap nomor dibubuhi satu pertanyaan dan jawaban, dengan pertanyaan yang di-boldsedangkan jawaban diikuti tanda sama dengan (=).

1. Bagaimana cara menulis bagi pemula maupun yang sudah sering menulis untuk menerbitkan bukunya?
Jawabannya ada di artikel saya ini: https://amaldoft.wordpress.com/2014/06/07/bagamaina-memulai-menulis-novel-bagi-pemula/

2. Lebih baik menulis novel atau cerpen, ya?
=
 Sama seperti sebelumnya, jawabannya ada di: https://amaldoft.wordpress.com/2014/07/26/menulis-novel-atau-cerpen/ 

3.  Bagaimana sih mendapatkan ide yang tidak mainstream?
Seluruh cerita itu mainstream alias sudah basi, tetapi hanya pada genre atau jenis cerita tersebut. Ide yang menarik adalah ide yang jarang sekali atau bahkan tidak pernah dibahas sama sekali. Coba amati dan pikirkan matang-matang apakah sesuatu yang menurut kamu menarik itu sudah ada yang membuatnya? Kalau tidak, buatlah ceritanya!

4. Bagaimana cara memperkaya diksi dan memperkuat deksripsi?

DIKSI DARI KATA MENUTUP
DIKSI DARI KATA MENUTUP

= Nah, ini yang cukup sulit untuk dijawab, tetapi saya akan menjelaskannya.
Yang pertama adalah diksi atau pilihan kata. Banyak novel dalam negeri yang kita temui banyak sekali diksi, begitu juga dengan novel luar negeri seperti Harry Potter. Namun demikian, sebenarnya janganlah terlalu memperkaya cerita kamu dengan diksi di setiap paragraf karena akan menyulitkan pembaca yang minim akan sinonim kata memahai arti dari kalimat tersebut. Apa gunanya banyak diksi? Supaya kamu terlihat ahli bahasa Indonesia? Boleh saja sih ada diksi di cerita, tapi jangan bejibun!

Yang kedua adalah memperkuat deksripsi. Deksripsi itu berarti menjelaskan, menjabarkan, dan memberitahu pembaca. #TIPS-nya hanya jabarkan secara detail apa saja yang terjadi di sekitar tokoh dalam cerita tersebut, yaitu suasana, penampilan, dan adegannya. Jangan kalau sedang perang hanya ditampilkan kelincahan tokoh utamanya yang perang, lalu lawannya mati. Nah, itu terlalu dangkal untuk dijadikan deksripsi.

5. Bagaimana cara mengatasi rasa malas saat menulis?
= Pasti saja yang pertama adalah sesuaikan dengan mood kamu saat ingin memulai menulis. Jangan sampai mood yang buruk akan kamu pakai ketika menulis adegan sangat penting di cerita kamu buat.

Selain itu, juga camkan kalau naskah yang kamu buat itu akan membuahkan hasil yang lumayan besar untuk dirimu sendiri sehingga kamu semakin menginjak-injak rasa malas tersebut. Juga camkan kalau naskah itu penting untuk kamu dan cita-cita kamu jika kamu ingin jadi penulis sukses.

6. Lebih baik menulis di laptop, komputer, atau secara manual?

PENULIS YANG SEDANG MENULIS.
PENULIS YANG SEDANG MENULIS.

= Aduh, ini sesuai selera saja, ya. Menurut saya, kalau di laptop maupun komputer pasti kita akan lebih mudah untuk merangkai kalimat dan adegan di ceritanya akan mengalir terus walaupun ada sedikit Writer’s Block. Juga akan berguna untuk bisa mengecek typo setelah selesai menulis cerita, yang tinggal di-delete.

Kalau secara manual seperti di kertas, pasti akan diketik ulang lagi di laptop atau komputer. Selain itu, banyak sekali perubahan dan adegan yang menurut kamu tidak cocok dengan suasana saat itu ketika kamu membaca lagi naskah yang kamu buat secara manual, tetapi ini hanya sedikit ditemukan jika diketik melalui laptop atau komputer.

7. Berapa banyak sih halaman yang pantas untuk menulis sebuah novel atau cerpen?
=
Menurut saya kalau cerpen hanya dibatasi hingga 10.000 kata sehingga kamu tak akan puas untuk menulis, terutama yang telah berpengalaman menulis novel seperti saya. Tetapi kalau novel, kamu bisa puas menulis hingga ratusan halaman. Namun, jika kamu ingin mengirimkannya kepada penerbit, kamu harus memerhatikan syarat halaman sesuai penerbit yang kamu incar. Jangan sampai maksimalnya 200 halaman, kamu buatnya 280 halaman. Kan itu jauh sekali jaraknya.

8. Apa kalau menulis novel untuk dikirim ke penerbit harus disiapkan cover sendiri?
=
Nggak! Tugas penulis itu hanyalah menulis jika ingin dikirim ke penerbit. Jadi, yang harus kamu perlukan hanyalah menyiapkan: naskah novel, sinopsis cerita (lihat cara membuatnya di sini), biodata, surat pengantar, dan syarat penerbit yang kamu tuju. Cover bisa disiapkan jika naskah kamu lulus seleksi. Dan percuma saja kamu buat cover yang berharap seperti novel kebanyakan. Berharap banget, ya? Editor nggak tuh, karena mereka hanya melihat dari sisi judul dan sinopsis cerita, bukan cover naskah kamu.

9. Kan banyak novel dengan banyak genre di internasional yang laku. Nah, bagusnya buat cerita dengan genre apa, ya?
=
Ih, rempong! Genre itu banyak sekali jenisnya, karena misalnya saya ambil contoh genre fantasi. Nah, di sana juga ada subgenrenya, yaitu fantasi detektif, fantasi horor, dan lain-lain. Pilihlah genre atau jenis cerita yang paling menarik dan paling bisa kamu tulis. Jangan terpatok dengan larisnya jenis genre yang sedang beredar di pasaran. Siapa tahu genre cerita yang kamu buat bisa laris di pasaran, ‘kan?

10. Boleh tidak kalau ada adegan di dalam novel maupun film bisa dimasukkan ke dalam cerita yang sedang dibuat?
= Sangat boleh, tetapi jangan terlalu detail dan mirip adegannya karena para pembaca akan terpaku dan teringat dengan film yang kamu jiplak adegannya tersebut, membuat timbulnya banyak kritikan pedas. Wow!

11. Bagaimana dengan beberapa kalimat ataupun kutipan dari novel yang telah kita baca, apakah boleh dimasukkan juga?
=
Hmmm … kalimat, ya, boleh aja sih. Tapi hanya pada kalimat pembuka pada awal paragraf, dan selain itu tidak boleh. Begitu juga dengan kutipan, yang sebenarnya sangat tidak diperbolehkan menyalin ke cerita kamu walaupun diubah sedikit karena akan tampak arti maknanya yang sama antara kutipan yang kamu jiplak dengan kutipan yang asli.

12. Sebelum menulis ataupun sesudahnya, apakah setiap orang bisa menulis sebuah cerita?
=
Sebenarnya, jawaban ini diletakkan di nomor pertama, tapi karena saya malas memindahkannya, ya, jadi diletakkan di sini saja. Nah, setiap orang pandai menulis, tetapi harus menguasai seluruh yang ada di EYD. Tidak ada orang yang tak bisa menulis sebuah cerita, tetapi pasti ada orang yang tidak bisa menguasai peraturan dalam EYD, yaitu orang yang malas untuk mencapai cita-citanya sebagai penulis.

———

Duh, segitu dulu aja, ya. Sebenarnya, ada lagi pertanyaannya, tapi saya ada beberapa tugas yang penting juga untuk dilaksanakan. Nah, ayo simak dan baca lagi apakah 12 pertanyaan itu ada di benak kalian selama ini? Kalau iya, terapin. Jangan asal mengoceh saja. Just a jest.🙂

#TIPS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s