TEKANAN OSMOTIK—KOLIGATIF

*Osmosis = perembesan molekul pelarut dari pelarut ke dalam larutan, atau dari larutan lebih encer ke pekat, melalui selaput semipermeabel.
*Selaput semipermeabel = Berbagai jenis pelarut yang dapat dilewati partikel pelarut yang kecil, tetapi menahan partikel zat terlarut.
*Tekanan osmotik = Perbedaan tekanan hidrostatis maksimum antara suatu larutan dengan pelarutnya
*Osmosis balik = Suatu keadaan di mana jika tekanan yang diberikan melampaui tekanan osmotiknya, maka air mengalir dari larutan ke pelarut, atau dari larutan pekat ke encer.

Peristiwa osmosis bisa dilihat melalui gambar berikut: (Terlihat setelah berpindah dari pelarut ke larutan, tinggi larutan bertambah pesat)

PERISTIWA OSMOSIS (Sumber: http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Aang%20Suhendar_060928_/Tekanan%20Osmosis.html)
PERISTIWA OSMOSIS (Sumber: http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Aang%20Suhendar_060928_/Tekanan%20Osmosis.html)

Dalam kehidupan sehari-hari, osmosis terbagi atas 3 jenis, yaitu:
1. Isotonik = keadaan normal ; seimbang
2. Hipertonik = keadaan penambahan larutan yang lebih “pekat” dari awalnya sehingga mengerut
3. Hipotonik = keadaan penambahan larutan yang lebih “encer” dari awalnya sehingga pecah (lisis)

Rumus dari tekanan osmotik sama persis dengan rumus persamaan gas ideal, yang dikemukakan oleh van’t Hoff. Dialah ahli yang nantinya memulai perjalanan ke Koligatif Larutan Elektrolit, yang dikenal dengan faktor van’t Hoff. Rumusnya adalah.

πV = nRT atau π = MRT ; dengan keterangan:

π = Tekanan osmotik (atm)
V = volume larutan (L)
n = mol
T = suhu mutlak (K)
R = tetapan gas (0,082 L atm/mol K)

CONTOH SOAL:
1. Jumlah glukosa (Mr = 180) yang diperlukan untuk membuat 500 mL larutan dengan tekanan osmotik 1 atm pada suhu 25°C adalah …
A. 4,1 gram                        C. 5,3 gram                       E. 10,1 gram
B. 3,6 gram                       D. 1,6 gram
–> Penyelesaian:
a. mencari mol dari tekanan osmotik
πV = nRT
1 x 0,5 L = n x 0,082 L atm/mol K x (273 + 25) K
n = 0,02 mol

b. mencari massa glukosa
n = g/Mr
g = 0,02 mol x 180 gr/mol
3,6 gram

2. Massa urea yang harus dilarutkan dalam 500 mL larutan sehingga isotonik dengan larutan NH4NO3 0,1 M adalah …
A. 45 gram                    C. 38 gram                           E. 53,4 gram
B. 50 gram                    D. 17,1 gram
–> Penyelesaian:
Isotonik berarti konsentrasi Urea = konsentrasi NH4NO3, sehingga:
π CO(NH2)2 = π NH4NO3
MRT = MRT
W (massa) x 1000 x RT / Mr x V (mL) = MRT ———–> R dan T dicoret karena sama
W x 1000 / 60 x 500 = 0,1 M
W = 45 gram

3. Suatu larutan diperoleh dengan 6 gram urea (Mr = 60) dalam 1 liter air. Larutan yang lain diperoleh dengan melarutkan 18 gram glukosa (Mr = 180) dalam satu liter air. Pada suhu yang sama, berapa tekanan osmotik larutan pertama dibandingkan terhadap larutan kedua?
A. 1/3 larutan kedua                            C. 2/3 kali larutan kedua                                  E. 3/2 kali larutan kedua
B. 3 kali larutan kedua                         D. Sama dengan larutan kedua
–> Penyelesaian:
Urea = glukosa
MRT / π1 = MRT / π2
W x R x T / Mr x V x π1 = W x R x T / Mr x V x π2 —–> Coret R dan T karena sama
6 / 60 x 1 x π1 = 18 / 180 x π2
0,1 x π1 = 0,1 x π2
π1 = π2

4. Untuk membuat 200 mL larutan urea yang isotonik dengan larutan NaCl 0,1 M diperlukan urea (Mr = 60) sebanyak …
A. 1,2 gram                        C. 3 gram                        E. 7,2 gram
B. 2,4 gram                        D. 6 gram
–> Penyelesaian:
NaCl = CO(NH2)2
MRT = MRT
M = W x 1000 / Mr x V (mL)
0,1 M = W x 1000 / 60 x 200
W = 1,2 gram

5. Larutan yang isotonis dengan natrium klorida 0,1 M adalah …
A. Magnesium klorida 0,1 M
B. Natrium hidroksida 0,2 M
C. Aluminium sulfat 0,04 M
D. Kalium fosfat 0,15 M
E. Glukosa 0,5 M
–> Penyelesaian:
Isotonis = zat yang memiliki tekanan osmosis yang sama ; dengan rumus:

Banyak ion x konsentrasi ; maka kita cek satu per satu, yang sebelumnya cek banyak ion x konsentrasi NaCl 0,1 M =

*Banyak ion NaCl = Na+ + Cl- = 2
*Banyak ion x konsentrasi = 2 x 0,1 M = 0,2 M

A. Magnesium klorida (MgCl2)
*Banyak ion = Mg2+ + 2Cl- = 3
*Banyak ion x konsentrasi = 3 x 0,1 M = 0,3 M (tidak sama dengan NaCl 0,1 M)

B. Natrium hidroksida (NaOH)
*Banyak ion = Na+ + OH- = 2
*Banyak ion x konsentrasi = 2 x 0,2 M = 0,4 M (tidak sama)

C. Aluminium sulfat [Al2(SO4)3]
*Banyak ion = 2Al3+ + 3SO4 2- = 5
*Banyak ion x konsentrasi = 5 x 0,04 M = 0,2 M (Sama)

LANJUT: SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT—KOLIGATIF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s