GOLONGAN VIA (KALKOGEN)—KIMIA UNSUR

A. Sifat fisika

1 Semakin bertambah dari atas ke bawah
Di sini artinya, dari sifat unsur berilium (Be) akan semakin bertambah hingga unsur barium (Ba). Apa saja itu?

  • Jari-jari atom dan ion
  • Nomor atom
  • Sifat reduktor (oksidasi) atau daya reduksi
  • Sifat logam
  • Sifat basa
  • Kereaktifan

2. Semakin berkurang dari atas ke bawah
Artinya, dari sifat unsur berilium (Be) akan semakin berkurang toh sampai unsur barium (Ba). Apa saja itu?

  • Afinitas elektron (kemampuan menyerap elektron)
  • Energi ionisasi (kemampuan melepaskan elektron
  • Keelektronegatifan
  • Sifat oksidator (reduksi) atau daya oksidasi
  • Sifat asam
  • Potensial elektrode sel (E sel)

B. Sifat kimia

  • Oksigen mempunyai 3 biloks berbeda dan merupakan oksidator yang dapat mengoksidasi logam maupun nonlogam.
  • Belerang tidak bisa bereaksi dengan air dan bersifat nontosik, tapi jika bereaksi dengan oksigen dan hidrogen atau air, bersifat racun dan membentuk hujan asam
  • Selenium dan telurium mempunyai hubungan diagonal dengan belerang

C. Oksigen

A. Sifat fisis

  • Pada suhu kamar berbentuk gas tidak berbau dan tidak berwarna
  • Jika tekanan diperbesar, maka oksigen akan sangat mudah larut dalam air
  • Titik didih dan leleh oksigen rendah
  • Dalam keadaan cair, mempuyai warna biru langit, itulah yang disebut ozon (O3)

B. Sifat kimia

  • Oksigen adalah unsur yang reaktif (tidak stabil)
  • Merupakan molekul diatomik (O2) karena terdapat bebas di alam
  • Juga bersenyeawa membentuk molekul triatomik (O3 ; ozon) di lapisan stratosfer
  • Dapat bersenyawa hampir dengan seluruh unsur, termasuk golongan B
  • Sangat penting dalam proses reaksi pembakaran dalam termokimia

C. Jenis senyawa oksigen

1. Oksida asam

Merupakan oksida yang bereaksi dengan air membentuk asam, contohnya asam sulfat dan asam perklorat, dengan reaksi:
SO3 + H2O —> H2SO4
Cl2O7 + H2O —> 2HClO4

2. Oksida basa

Merupakan oksida yang dapat bereaksi dengan air membentuk basa. Contoh:
Na2O + H2O —> 2NaOH
CaO + H2O —> Ca(OH)2

3. Oksida amfoter

Merupakan oksida yang dalam lingkungan asam bersifat basa, tetapi dalam lingkungan basa bersifat asam. Dan, pH-nya bersifat netral. Amfoter terdapat pada aluminium. Sebenarnya Berilium termasuk, namun sangat susah bereaksi dengan air. Contoh:
Al2O3 + 6HCl —> 2AlCl3 + 3H2O
Al2O3 + 2NaOH —> 2NaAlO2 + H2O

4. Oksida indiferen

Adalah oksida yang tidak dapat bereaksi dengan air dan tidak dapat membentuk asam dan basa, contohnya CO dan NO

5. Peroksida

Yaitu suatu senyawa kimia yang memiliki biloks oksigen sebesar -1. Contohnya pada hidrogen peroksida (H2O2), Na2O2, dan BaO2

CONTOH SOAL:

  1. Berikut ini yang bukan merupakan sifat gas oksigen adalah …
    A. Pada suhu kamar berupa gas tidak berwarna dan tidak berbau
    B. Dalam keadan cair mempunyai warna biru
    C. Walaupun terdapat bebas di udara, tetapi pada dasarnya merupakan unsur yang reaktif
    D. Dapat bersenyaw hampir semua unsur
    E. Mempunyai titik didih dan leleh yang relatif tinggi
    —> Penyelesaian:
    Cukup jelas kok
  2. Ozon merupakan bentuk alotropi molekul oksigen dengan sifat-sifat …
    A. Merupakan molekul diatomik dan berwarna biru
    B. Merupakan molekul triatomik dengan bentuk molekul tetrahedron
    C. Di permukaan bumi terdapat di lapisan hidrosfer
    D. Mudah terurai oleh pengaruh sinar ultraviolet
    E. Merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau
    —> Penyelesaian:
    ***Obsein A: salah karena ozon (O3) merupakan molekul triatomik
    ***Obsein B : salah karena bentuk molekulnya bukan tetrahedron, melainkan sama
    ***Obsein C: salah karena ozon terletak di lapisan stratosfer
    ***Obsein D: benar karena ozon terurai menjadi 3 mol oksigen
    ***Obsein E: salah karena ozon berwarna biru
  3. Pasangan oksida berikut yang merupaan oksida indiferen adalah …
    A. CO dan Al2O3                                 D. NO2 dan SO2
    B. Al2O3 dan MgO                              E. CO dan NO
    C. MgO dan SO3
  4. Oksigen dengan kemurnian tinggi dapat diperoleh dengan cara …
    A. Distilasi udara cair                         D. Pencairan udara
    B. Distilasi udara kering                     E. Oksidasi kalium klorida
    C. Elektrolisis KOH
    —> Penyelesaian:
    Oksigen didapatkan dari distilasi udara cair dan elektrolisis larutan KOH atau NaOH. Yang memiliki kemurnian tingi adalah elekrolisis karena bisa mendapatkan oksigen hingga 10-25%. Sementara distilasi udara cair harus menggunakan perantara ekstarksi nitrogen terlebih dahulu, sehingga kemurniannya dibawah 10%

LANJUT: GOLONGAN VIIA (HALOGEN)—KIMIA UNSUR

Satu pemikiran pada “GOLONGAN VIA (KALKOGEN)—KIMIA UNSUR

  1. Ping-balik: GOLONGAN VA (NITROGEN)—KIMIA UNSUR | AMALDOFT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s