TATA NAMA SENYAWA ION KOMPLEKS—KIMIA UNSUR

Bentuk molekul ion kompleks [Fe(H2O)6]3+
Bentuk molekul ion kompleks [Fe(H2O)6]3+ (sumber: http://www.dlt.ncssm.edu/tiger/chem8.htm)
Penamaan senyawa kompleks sama seperti penamaan senyawa ion pada umumnya, yaitu didahulu nama dari kation, lalu dari anion.

A. Tata nama senyawa ion kompleks

  1. Bagian ion kompleks pada tata nama senyawa didahulukan kation, lalu anion
  2. Jumlah ligan dinyatakaan dengan awalan angka dalam bahasa Yunani:
    mono (1), di (2), tri (3), tetra (4), penta (5), dan 6 (heksa), dst
  3. Nama ligan yang berupa anion (-) mendapat akhiran o (contoh ligan Cl- = klorida = kloro)
  4. Nama ion pusat pada kation (+) kompleks sama dengan nama biasa dari ion pusat itu.
    ^^Contoh: Ag pada kation [Ag(NH3)2]Cl mempunyai nama perak
    ^^Contoh: Zn pada kation [Zn(NH3)4]SO4 mempunyai nama zink
  5. Nama ion pusat pada anion (-) kompleks harus dan wajib menggunakan tata nama IUPAC dan diberi akhiran “at”.
    ^^Contoh : Zn pada anion K2[Zn(CN)4] mempunyai nama zinkat
    ^^Contoh: Fe pada anion K3[Fe(CN)6] mempunyai nama ferat (nama besi asli adalah ferum)
    ^^Contoh: Co pada anion [Co(Br)6]3- mempunyai nama cobaltat
  6. Bila terdapat lebih dari satu ligan (contoh: [Co(NH3)4(H2O)2]2+), maka urutan penulisan nama ligannya berdasarkan urutan abjad (a hingga z)

B. Langkah penamaan senyawa ion kompleks (ion pusat dan ligan di kation)

Di sini ambil contoh ion kompleks [Ag(NH3)2]Cl, dengan langkah:

  1. Perhatikan bahwa kationnya adalah [Ag(NH3)2]+ dan anionnya Cl-
  2. Nah, pada kation terdapat ion pusat Ag dan ligan NH3. Bilangan koordinasinya 2 milik si ligan NH3
  3. Karena penamaan kation dulu, maka sesuai peraturan ligan dinamai angka Yunani. Di contoh, ligannya ada 2, jadi diamin (di = bilangan koordinasi 2 ; amin = nama ligan NH3)
  4. Selanjutnya mencari muatan Ag pada kation [Ag(NH3)2]+
    Ag + 2 (muatan NH3) = +1
    Ag = +1 ———————-> Maka perak(I)
  5. Nama ion kompleks hipotesisnya diaminperak(I). Kenapa? Karena Cl- nya belum dimasukkan ke nama senyawa
  6. Karena Cl- mempunyai nama klorida, maka nama senyawa [Ag(NH3)2]Cl adalah diaminperak(I) klorida

C. Langkah penamaan senyawa ion kompleks (ion pusat dan ligan di anion)

Di sini ambil contoh ion kompleks K2[Zn(CN)4]. dengan langkah:

  1. Untuk menentukan mana kation dan anion (biasanya bingung di muatannya), gunakan reaksi ionisasi:
    K2[Zn(CN)4] —> 2K+  +  [Zn(CN)4]2- (kation K+ dan anion [Zn(CN)4]2-)
  2. Nah, ligan dan ion pusat pasti berada di tanda kurung siku [ ]. Maka, ion pusatnya Zn dan ligannya CN. Bilangan koordinasinya 4 milik si ligan CN
  3. Karena penamaan dari kation, maka hipotesisnya kalium tetrasiano …..
  4. Dilanjutkan dengan anion [Zn(CN)4]2- ; dengan mencari muatan Zn dahulu:
    Zn + 4 (muatan CN) = -2
    Zn = +2 ——————–> Zn2+
  5. Ion pusat berada di anion, maka penamaannya sesuati nama IUPAC dan diberi akhiran “at”. Karena Zn, jadi zinkat(II). (II) adalah muatan yang ditemukan pada langkah 4.
  6. Jadi, nama ion kompleks tersebut adalah kalium tetrasianozinkat(II)

CONTOH SOAL:

  1. Menurut aturan IUPAC, nama yang benar untuk senyawa kompleks [Cr(NH3)5Cl]Cl2 adalah …
    A. Pentaaminmonoklorokromium(III) klorida
    B. Kloropentaaminkromium(III) diklorida
    C. Krom(III) pentaaminmonokloroklorida
    D. Monoklorokromium(III) pentaaminklorida
    E. Dikloropentaaminmonoklorokrom(III)
    –> Penyelesaian:
    1. Jika dibuat reaksi ionisasinya, maka [Cr(NH3)5Cl]Cl2 —> [Cr(NH3)5Cl]2+  +  2Cl- ; [Cr(NH3)5Cl] sebagai kation dan Cl- sebagai anion.
    2. Ligan dan ion pusat berada di kation, dengan ligan NH3 dan Cl serta ion pusat Cr. Cari dulu muatan ion pusat Cr:
    Cr + 5 (muatan NH3) + 1 (muatan Cl) = +2
    Cr + 5 (0) + 1 (-1) = +2
    Cr = +3 —————————> Cr3+
    3. Karena ligan lebih dari dua (NH3 dan Cl) maka penamaan sesuai abjad. Jadi, nama sementara adalah pentaaminmonoklorokromium(III)
    4. Di anion ada ion Cl- yang bernama klorida
    5. Jadi, tinggal tambahkan klorida di samping kromium(III) sehingga nama ion kompleks tersebut adalah pentaaminmonoklorokromium(III) klorida
  2. Nama yang benar dari senyawa kompleks [Co(NH3)4Cl2]Cl adalah …
    A. Tetraamintriklorokobalt(III)
    B. Tetraamintriklorokobaltat(III)
    C. Tetraamindiklorokobalt(III) klorida
    D. Diklorotetraaminkoblat(III) klorida
    E. Tetraamindiklorokobaltat(III) klorida
    –> Penyelesaian:
    1. Reaksi ionisasi ion komples tersebut adalah [Co(NH3)4Cl2]Cl —> [Co(NH3)4Cl2]+  +  Cl- ; dengan kation [Co(NH3)4Cl2] dan anion Cl-
    2. Ligan dan ion pusat ada di kation maka tidak memberi nama IUPAC. Lalu, cari muatan Co:
    Co + 4 (muatan NH3) + 2 (muatan Cl) = +1
    Co + 4 (0) + 2 (-1) = +1
    Co = +3 ——————–> Co3+
    3. Ada dua ligan (NH3 dan Cl) jadi sesuai abjad, sehingga nama sementara adalah tetraamindiklorokromium(III)
    4. Di anion ada ion klorida, maka nama ion kompleks tsb adalah tetraamindiklorokobalt(III) klorida
  3. Nama ion kompleks [CrCl4(NH3)2]- adalah …
    A. Diklorotetraaminkrom(III)
    B. Tetraklorodiaminkrom(III)
    C. Diamintetraklorokromat(III)
    D. Krom klorotetraamina(III)
    E. Tetraamindiklorokromat(III)
    –> Penyelesaian:
    1. Ion kompleks pada soal ini tidak terdapat kation dan anion, namun penamaan ion kompleks selalu dimulai dari ligan lalu ion pusat
    2. Ion pusatnya adalah Cr dan ligannya adalah NH3 serta Cl.
    3. Cari dulu muatan Cr:
    Cr + 4 (muatan Cl) + 2 (muatan NH3) = -1
    Cr + 4 (-1) + 2 (0) = -1
    Cr = +3 ——————-> Cr3+
    4. Ligan yang tersedia ada 2 (NH3 dan Cl) maka sesuai abjad, sehingga diamintetrakloro …
    5. Karena muatan ion kompleksnya bertanda negatif berarti berada di anion dan memakai nama IUPAC pada ion pusatnya sehingga bukan krom, melainkan kromat. Jadi, nama senyawanya adalah diamintetraklorokromat(III)
  4. Apabila senyawa kompleks Na3[Cr(NO2)6] dilarutkan dalam air, akan menghasilkan ion yaitu …
    A. Na+, Cr2+, dan NO2-
    B. Na+, Cr3+, dan NO2-
    C. Na+ dan [Cr(NO2)6]-
    D. Na+ dan [Cr(NO2)6]2-
    E. Na+ dan [Cr(NO2)6]3-
    —> Penyelesaian:
    Jika senyawa kompleks dilarutkan dalam air maka ion kompleksnya tetap berupa satu paket, yaitu kation dan anion. Jadi:
    Na3[Cr(NO2)6] —> 3Na+  +  [Cr(NO2)6]3- ; maka, jawaban paling tepat adalah E. Angka 3 pada Na+ menunjukkan banyaknya atom Na atau banyaknya mol Na dalam ion kompleks tersebut.

LANJUT: KERADIOAKTIFAN—RADIOAKTIF

3 pemikiran pada “TATA NAMA SENYAWA ION KOMPLEKS—KIMIA UNSUR

  1. Ping-balik: ION KOMPLEKS—KIMIA UNSUR | AMALDOFT

  2. asdsa

    very good, bener” membantu, terima kasih , penjelasan cukup lengkap dengan adanya contoh soal jadi makin mudah memahaminya , contoh soal juga dilengkapi pembahasan yg rincii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s