TATA NAMA, PENGGOLONGAN, DAN SIFAT-SIFAT POLIMER—POLIMER

Polimer adalah senyawa yang besar dan terbentuk dari hasil penggabungan sejumlah unit molekul yang kecil. Nah, unit kecil ini disebut monomer

A. Ciri-ciri polimer

  • Terbentuk dari ratusan, bahkan ribuat unit-unit monomer
  • Memilii massa molekul relatif (Mr) yang sangat besar (bahkan ribuan atau jutaan)
  • Makromolekul (molekul raksasa)
  • Digunakan dalam industri

B. Tata nama polimer

Untuk tata nama polimer, hanya ada satu aturan yaitu menambahkan kata “poli” + monomer-nya. Nama-nama polimer sangatlah banyak dan sangat susah untuk diingat dalam jangka waktu yang lama, so jalan lainnya adalah dihapal.

C. Menentukan monomer dari sebuah polimer

Menentukan polimer adisi lebih mudah daripada polimer kondensasi, sebab dalam polimer adisi hanya melihat pola yang berulang, itulah monomernya. Tetapi, untuk polimer kondensasi harus dihapal monomer tiap polimernya. Gambar di bawah adalah cara menentukan monomer dari polimer adisi:

monomer3
Cara menentukan polimer adisi

D. Penggolongan polimer

  1. Polimer alam
    Yaitu polimer yang tersedia secara alami dan berasal dari alam atau makhluk hidup. Contoh polimer alam ada pada tabel di bawah:

    polimeralam
    CONTOH POLIMER ALAM
  2. Polimer semisintesis
    Yaitu polimer yang diperoleh dari hasil modifikasi polimer alam dan bahan kimia, lalu mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan sifat-sifat fisika dan kimia asalnya. Contohnya: selulosa nitrat untuk guncotton.
  3. Polimer sintesis (buatan)
    Yaitu polimer yang tidak terdapat di alam dan dibuat dari monomer-monomer dalam reaktor industri kimia melalui reaksi-reaksi kimia polimer. Contoh polimer sintesis ada pada tabel di bawah:

    polimersintesis
    Polimer sintesis

E. Jenis polimer berdasarkan jenis monomer

  1. Homopolimer (polimer linear) = polimer yang tersusun dari monomer-monomer yang sama atau sejenis. Contohnya: PVC, protein, karet alam, polivinil asetat (PVA), amilum, selulosa, teflon, polistirena, dan seluruh jenis polimer alam.
  2. Kopolimer bergantian = polimer yang monomer-monomernya saling silih berganti (silang-menyilang; misal: X—A—X—A—)
  3. Kopolimer blok = polimer yang monomer-monomernya mempunyai blok (satuan) tiap berganti (misal: X—X—X—A—A—A—B—B—B—X—X—X—A—)
  4. Kopolimer bercabang = kopolimer yang tersusun dari beberapa monomer dan monomer lain terikat sebagai cabang seperti rantai hidrokarbon
  5. Kopolimer tidak beraturan = kopolimer yang tersusun dari monomer-monomer yang berbeda dan letaknya acak. Contohnya: Nilon 6,6; tetoron, urea-metanal, PET, dan bakelit.

F. Jenis polimer berdasarkan bentuk susunan rantai

  1. Polimer linear = tersusun dengan unit yang berulang dan berikatan satu sama lain membentuk rantai panjang. Mempunyai titik leleh, kuat tarik, dan densitas yang tinggi. Contohnya: polietena dan polivinil klorida
  2. Polimer bercabang = polimer yang terbentuk jika beberapa unit ulang membentuk cabang pada rantai utama. Mempunyai titk leleh, kuat tarik, dan densitas yang rendah. Contohnya: glikogen (sejenis karbohidrat)
  3. Polimer berikatan sialng (cross—linking) = polimer yang terbentuk karena beberapa rantai polimer saling berikatan satu sama lain pada rantai utamanya dan dapat menuju ke berbagai arah berbentuk tiga dimensi. Mempunyai sifat sangat keras, kaku, dan rapuh. Contohnya: bakelit dan resin urea formaldehida.

G. Jenis polimer berdasarkan kekenyalannya

  1. Polimer termoplastik = memiliki sifat berat molekul kecil, tidak tahan terhadap panas (jika dipanaskan akan melunak, tetapi didinginkan akan mengeras), mudah direnggangkan, fleksibel, titik leleh rendah, daur ulang, mudah larut, struktur molekul liner atau bercabang, tidka mempunyai ikatan silan sehingga dapat dipanaskan berulang-ulang, dapat disambungkan kembali. Contohnya: polietilena, PVC, nilon, dan perspex.
  2. Polimer termosetting = memiliki sifat keras dan kaku, non daur ulang, tidak dapat larut dalam pelarut apapun, tahan terhadap asam-basa, memiliki ikatan silang antarrantai molekul, hanya dapat dipanaskan sekali saat pembuatannya, dan tidak dapat disambungkan kembali. Contohnya: bakelit, uretana, epoksi, poliester, dan formika
  3. Polimer elastomer = memiliki sifat elastik jika ditarik, kembali ke bentuk semula, mempunyai ikatan silang. Contohnya: karet sintesis SBR

H. Jenis polimer berdasarkan penggunaannya

  1. Serat = dimanfaatkan sebagai serat (Ex = kain dan benang). Contohnya: poliester, nilon, dan dakron
  2. Plastik = dimanfaatkan untuk plastik. Contohnya: bakeli, polietilena, PVC, polipropilena, dan polistirena

I. Sifat-sifat mekanik polimer

  1. Kekuatan (strength); seperti kekuatan tarik, impact strength, flexural strength, dan compressive strength.
  2. Elongation = merupakan perubahan ukuran yang terjadi saat material diberi gaya. (% elongasi = panjang polimer yang telah diberi gaya x 100%/panjang polimer sebelum diberi gaya = L x 100% /Lo)
  3. Modulus
  4. Ketangguhan = pengukuran sebenarnya dari energi yang dapat diserap oleh material polimer sebelum material tersebut patah

J. Sifat termal polimer

  1. Jumlah monomer
  2. Susunan rantai
  3. Tingkat percabangan pada rantai
  4. Gugus fungsi pada monomer
  5. Ikatan silang antarantai polimer
  6. Penambahan zat aditif

LANJUT: REAKSI-REAKSI DAN KEGUNAAN POLIMER—POLIMER

Satu pemikiran pada “TATA NAMA, PENGGOLONGAN, DAN SIFAT-SIFAT POLIMER—POLIMER

  1. Ping-balik: REAKSI-REAKSI BENZENA—BENZENA DAN TURUNANNYA – AMALDOFT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s