PENYETARAN REAKSI REDOKS METODE BILOKS—REDOKS DAN ELEKTROKIMIA

Selama ini kita hanya menyetarakan reaksi sederhana kimia, terutama sekali dalam bentuk senyawa, bukan dalam bentuk ionnya. Di kelas XII SMA, redoks kembali diulang lho, yaitu perubahan biloks dalam zat kimia dan penyetaran reaksi redoks. Tapi, di blog saya perubahan biloks akan di-post waktu yang akan datang!

Penyetaraan reaksi redoks tidak rumit-rumit amet, yang penting kamu harus ngerti konsepnya! Memang, awal-awal menyetarakannya terlihat rumit karena kita tidak menggunakan lagi koefisien a,b,c,d (ex = aNH3 + bH2SO4 –> c(NH4)2SO4), tapi dengan perubahan biloks dan serap-lepasnya elektronnya.

Nah, dalam penyetaraan reaksi redoks metode biloks kalian harus pandai mencari biloks dalam suatu zat kimia. Langkah-langkah dalam menyetarakan reaksi redoks metode biloks:

  1. Tulis kerangka dasar reaksi redoks, artinya jika ada senyawa air (H2O) dan H+ atau OH-, hilangkan dari reaksi! Namun, jika hanya ada air saja atau hanya ada ion H+ maupun OH-, jangan hilangkan dari reaksi!
  2. Setarakan koefisien unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai (ex = gas Cl2 di kanan ada 2; sementara ion Cl- di kiri koefisiennya 1, jadi koefisien Cl- menjadi 2Cl-)
  3. Menentukan jumlah penurunan dan kenaikan biloks total (biloks x koefisien) masing-masing senyawa yang berubah biloksnya!
  4. Menyamakan hasil kali penurunan dan kenaikan biloks, dengan memberikan hasil kali penyesuaian tersebut menjadi koefisien
  5. Menambahkan ion H+ (suasana asam) atau ion OH- (suasana basa) dan hitung koefisien ion tsb dengan cara “koefisien dikali muatan“.
  6. Menyetarakan atom H dengan menambahkan molekul air (H2O)
  7. Reaksi redoks sudah setara

Perlu diperhatikan saat menambahkan ion H+ dan ion OH- diletakkan di ruas kanan atau kiri, kita berpatokan saja pada letak molekul air:

  • Pada suasana asam, tambahkan molekul H2O pada ruas yang sedikit jumlah atom oksigennya 
  • Pada suasana basa, tambahkan molekul H2O pada ruas yang banyak jumlah atom oksigennya

Artinya, jika koefisien air ditambahkan di ruas kanan, so ion H+ atau ion OH- diletakkan di ruas kiri. Begitu juga sebaliknya. Nah, untuk memahami 7 langkah di atas, perhatikan contoh-contoh berikut!

CONTOH SOAL

  1. Perhatikan!
    reaksiredoks

    reaksiredoks2
  2.  Perhatikan!
    reaksiredoks3
    reaksiredoks4
  3. Perhatikan!reaksiredoks5 reaksiredoks6
  4. Perhatikan soal berikut!
    reaksiredoks7reaksiredoks8
  5. Perhatikan reaksi redoks berikut!
    reaksiredoks9reaksiredoks10

LANJUT: PENYETARAN REAKSI REDOKS METODE SETENGAH REAKSI—REDOKS DAN ELEKTROKIMIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s