ZENIUS? HMMM ….

Halo, di artikel ini gue akan menulis apa yang dilombakan Zenius kali ini. Berhubung artikel ini bermaksud untuk bercerita, jadi di sini gue gak akan gunakan bahasa formal seperti yang ada di novel maupun literatur lainnya.

Di zaman sekarang siapa sih yang gak kenal Zenius? Mungkin ada sebagian besar pelajar di Indonesia mengetahui Zenius dan ada pula yang tidak. Dulu gue kenal Zenius saat duduk di kelas XI salah satu SMA favorit di Batam, Kepulauan Riau. Gue entah kenapa bisa “nyemplung” di nama-nama yang lolos di SMA tersebut, rezeki mungkin. Pertama, gue hanya tau Zenius dari omongan senior-senior yang mau lulus yang sering ngatain: “Coba pakai Zenius, online tapi sih.” Gue sempat mikir kalau belajar online itu ga asik, nguras kuota internet, (mungkin) ngambil pulsa kartu, dan ga ada guru pendamping di samping gue jadi gue tambah kesusahan. Jadi, selama kelas X sampai kelas XI akhir semester I gue hanya ngandalin les “biaya murah” tapi pengajarnya bagus (bukan seperti Gan*sh* Op*r*ti*n dan sejenisnya), tapi masalahnya gue gak pernah dapet inti dari pelajarannya.

zeniusAwal semester II kelas XI gue coba cari di Internet dengan keyword “Zenius”. Yang pertama gue lihat di Google adalah logo Zenius yang keren dan simple seperti balon bertuliskan huruf Z tanpa benang. Gue awalnya ga tertarik dengan pelajaran-pelajaran SMA jenjang selanjutnya di Zenius karena alasan tadi. Karena gue suka banget (hobi) menulis di wordpress, jadi gue klik bagian Zenius Blog. Gue terus scroll sampai akhirnya gue dapat artikel menarik dan berhubungan dengan hobi gue, yaitu Bagaimana Membuat Artikel Blog yang Menarik? Dari artikel ini gue dapat banget ilmunya. Yang dulunya gue malas banget membaca, gue rela merelakan waktu (bukan terpaksa, ya) untuk membaca novel-novel tebal karya Rick Riordan sekaligus nambah pengetahuan gue tentang sejarah dan pandai mengatur struktur dalam penulisan. Terus gue mikir: “Kalau Zenius bisa buat gue dapat ilmu dari membaca, berarti gue bisa dapat ilmu lebih dong dari membaca dan mendengar dari guru-gurunya.” Oke, gue langsung bilang ke ortu gue untuk beli voucher Zenius 1 tahun padahal gue belum ada otak-atik video-video belajar di Zenius sama sekali. Jadi, selama liburan natal & tahun baru 2015 gue isi dengan belajar bareng Zenius.

FISIKA

Dulu pas sebelum semester II dimulai dan gue ga ngerayain natal, untuk pelajaran fisika gue sejak kelas X materi idamannya fluida karena lumayan mudah, jadi gue nonton bagian fluida statis. Yang awalnya gue cuma mikir fluida itu hanyalah dalam bentuk cairan, gue baru tau saat itu fluida juga ada dalam bentuk gas. Gue juga diajarkan di bab ini konsep mengapa suatu benda mengapung, melayang, dan tenggelam. Gak semua video gue tonton hingga akhir semester II karena tugas sekolah dan ada beberapa materi yang gue langsung paham dari sekolah.

fisikazenDi fisika gue otak-atik seluruh materinya saat gue kelas XII di mana gue harus mempersiapkan SBMPTN. Gue beri applause untuk Bg Wisnu dan Sabda karena ngejelasin materi fisika (terutama bagian mekanika) sampai dasar-dasarnya. Gue baru tau pengaruh gravitasi pada benda beda massa dalam ruang hampa akan jatuh bersamaan pada ketinggian yang sama (artikelnya di sini). Gue juga dibuat paham bagaimana konsep listrik statis hingga bolak-balik. Btw, dari konsep kelistrikan ini gue baru tau di rumah yang dihuni memakai arus bolak-balik dari artikel ini dan gue baru tau kalau lampu rumah itu kedap-kedip terus selama dinyalakan. Di sini gue langsung suka fisika, kecuali fisika optis haha. Selama gue belajar fisika dengan Zenius, nilai rapor gue selalu mendekati angka 90 walaupun pernah sekali nilai 92 pada semester 6. Gambar di samping adalah gambar seluruh video-video dan penjelasan Bg Wisnu dan Sabda gua catat di kertas HVS.

KIMIA

Mata pelajaran satu ini menjadi momok gue sejak gue duduk di kelas X. Kimia sebenarnya ga asing bagi gue soalnya dulu pas SMP beberapa materi kimia keluar di ujian nasional, salah satunya kertas lakmus. Pengetahuan kimia gue dulu sempit banget karena dulu mikir: “Ah, paling kimia tentang kertas lakmus, zat itu apa, campuran itu apa, dan molekul itu apa.” Tapi setelah gue masuk SMA, gue baru tau kimia itu kompleks banget. Selama kelas X, kimia adalah mata pelajaran gue yang paling anjlok nilainya dan paling hancur. Penyebab salah satunya, yaitu gue paling malas nguliknya karena dari awal ga suka kimia. Tapi setelah gue lihat materi-materi kimia semester II kelas XI ada hubungannya dengan kertas lakmus. Karena gue penasaran, langsung gue nonton video Zenius bagian larutan asam-basa hingga Ksp. Gue suka banget cara ngajar Kak Yoki karena setiap pembahasan soal setelah gue tonton materinya, Kak Yoki gak selalu lepas menjelaskan kembali secara detail masalah yang nyangkut di soal tersebut sehingga gue makin paham! Seru!

kimiazenDengan pahamnya gue dengan konsep-konsep kimia, gue jadi suka kimia dan menjadikan kimia salah satu pelajaran favorit gue yang dulunya pelajaran yang paling gua benci. Guru kimia kelas X dan XI gue sama, jadi selama 2 tahun periode tersebut gue buta kimia, tetapi setelah kenal Zenius gue jadi tau kimia itu asyik banget dan gak sekompleks yang gue lihat sekilas sebelum kenal Zenius. Berkat tutor-tutor Zenius, nilai kimia di rapor gue pernah dapat 100 ketika semester 5 dan semester 6, dan jadi perbincangan guru-guru di kantor soalnya dulu gue bodoh banget sama kimia. Gambar di samping adalah hasil catatan kimia gue bareng Zen! Berkat Zenius juga sejak lulus SMA hingga sekarang gue bisa mengisi blog gue dengan artikel-artikel kimia, hingga akhirnya gue bisa bahas sendiri soal-soal SBMPTN dan UTUL UGM bidang kimia! Zenius memang keren!

MATEMATIKA

Gue gak asing lagi dengan matematika. Dulu waktu SMA gue dapat kurikulum 2013 (kutilas), di mana matematikanya ada 2 macam yaitu matematika wajib dan peminatan. Dari sini gue benci matematika dan semakin bertambah semester makin ga suka karena materinya makin berat dan berbeda banget sama materi-materi SMP yang lebih difokuskan ke bangun ruang dan datar. Gue juga dulu sempat mikir konsep dasar eksponen dan logaritma itu adalah kalau eksponen kita ngerjakannya langkah maju sementara logaritma langkah kerjakan soalnya langkah mundur. Maksudnya langkah maju pembagian 32 : 3 itu hasilnya berapa dan sebaliknya. Dari sini gue kesulitan matematika sedari awal. Gue diperparah lagi dengan nilai matematika gue yang anjlok banget (ga separah kimia), tapi akhirnya nilai matematika gue kebantu karena ditambah dari nilai mata pelajaran lain yang tinggi. Setiap ulangan matematika gue selalu diam sendiri, mengerjakan apa yang bisa gue kerjakan, lalu kalau ada yang gabisa gue nunggu contekan. Serius. Nah, tapi ada materi yang gue suka, yaitu trigonometri. Entah kenapa gue makin suka materi ini semenjak gue nonton Zenius. Bahkan, gue gak pernah masuk sekolah selama 9 hari karena gue sakit cacar. Jadi, gue nonton seluruh video dan mengerjakan soal-soal latihan trigonemetri dasar dan lanjut di Zenius. Minggu depannya gue ulangan dan gue dapat nilai ulangan 9,75 (kalau ga salah). Guru matematika gue sempat curiga tetapi karena waktu itu gue duduk tepat di depannya, guru gue mungkin ga jadi curiga. 

mtkzenDari Zenius, gue juga sempat waktu try out matematika menjelang ujian nasional SMA. Dulu guru matematika gue try out-nya per bab gitu, jadi ada bab-bab lain yang tidak di try out-kan pada try out III misalnya. Jadi, waktu itu gue ga paham dengan materi polinomial (suku banyak) walaupun sebenarnya materi ini sangat mudah tetapi, ya, karena gue gak dapat konsep dasarnya akibatnya kesulitan sendiri. Karena masa voucher Zenius gue waktu itu masih aktif, sehabis pulang pemantapan gue langsung nonton Zenius bagian polinomial dan ngerjain soal-soalnya. Gue langsung paham. Serius. Keesokan harinya gue mampu menjawab seluruh soal-soal TO tentang polinomial dan benar. Dari data hasil TO matematika, biasanya guru gue buat nilai per bab yang di TO-kan, jadi gue tau di bab apa gue yang lemah, dan gue termasuk salah satu murid yang nilai bab polinomialnya sempurna. Walaupun hanya polinomial, tapi gue bangga berkat Zenius gue ada perkembangan. Nah, gambar di atas ini adalah seluruh catatan matematika gue walaupun ga semua materi yang gua tonton.

Jujur, gue suka banget cara mengajar Bg Wisnu dan Sabda walaupun Bg Wisnu lebih dominan dalam video-video matematika. Selama persiapan SBMPTN gue ga nonton seluruh video kelas X dan XI matematika karena gue waktu itu sombong banget dan udah paham aja gitu materinya. Tau-taunya gue jawab matematika dasar dan matematika IPA sedikit banget. Namun, SBMPTN berikutnya, tahun ini, gue kejar seluruh materinya dengan target jawab matematika dasar yang banyak. Dari sini gue nyesal kenapa ga dari dulu gue kenal zenius dan belajar matematika lebih awal, kan bisa lebih matang konsepnya. Tapi ilmu-ilmu yang gua dapatkan akan gue gunakan juga di kuliah gue nantinya. Hebat, Zen!

BIOLOGI

Pengalaman gue belajar biologi di Zenius sediki banget karena gue susah banget menangkap pelajaran hapalan secara audio tetapi lumayan nangkep secara visual. Memang, biologi bukanlah pelajaran hapalan karena Zenius selalu menekankan konsep. Gue di Zenius suka nonton video bagian sistem pada manusia, di samping gue baca buku-buku sekolah membantu banget buat gue untuk connect antarbab. Walaupun gue gak wah banget di biologi ini bersama Zenius, tetapi gue dapat ilmu-ilmu yang bermanfaat seputar sistem pada manusia karena gue jadi tau jenis-jenis penyakit dan proses-proses yang terjadi dalam tubuh. Mantap, Zen dan Bg Pras!

TPA

Dulu gue ga kenal namanya TPA. Gue hanya tau namanya psikotest untuk tes IQ. Gue tau TPA semenjak persiapan SBMPTN. Di samping memakai buku yang gue beli di internet, gue juga belajar TPA bareng Zenius. Selama gue belajar saintek di Zenius, gue selalu diajari oleh tutor cowok, lain halnya dengan TPA gue diajari tutor cewek, yaitu Kak Wilo. Setelah gue cari tau di internet, ternyata Kak Wilo itu cantik banget banget banget banget. Lebai. Serius tapi! Kan gue ngebentak haha! Tutor satu ini pun buat gue betah belajar TPA berjam-jam, di mana Kak Wilo dengan lambat (bukan lelet, ya) menjelaskan materi dan pembahasan soal namun pasti dan buat gua paham!

TPAzenNah, gue di TPA lemah banget di verbal dan analitik karena gue kurang cepat mengambil kesimpulan data. Setelah gue nonton bagian logika matematika oleh Bg Wisnu, lalu bagian verbal oleh Kak Wilo, gue jadi paham. Gue juga diajari cara mudah dalam TPA analitik oleh Kak Wilo di mana terlebih dahulu dibuat tabel. Seru! Gue juga diajari Kak Wilo mengambil kesimpulan dengan diagaram venn, di mana menurut gue lebih mudah dibandingkan menggunakan logika matematika. Gue juga suka sama penjelasan Kak Wilo bagian pola gambar. Nah, karena di SBMPTN 2016 ada soal baru, jadi gue ga ngelanjutin nonton video TPA sebab-akibat karena di awal video, Kak Wilo seingat gue sempat bilang: “Kalau gue ketemu soal ini lagi di SBMPTN, gue bakalan skip. Tapi terserah lu aja sih mau ngejawab apa nggak.” Selama SBMPTN berlangsung, gue selalu aja ingat suara Kak Wilo, jadi gue lancar mengerjakan soal-soal TPA-nya. Nah, gambar di samping adalah catatan seluruh materi yang gua dengerin di bagian TPA Zenius. Bermanfaat banget!

———

Dari cerita di atas, hanya mata pelajaran itu saja yang gue tonton di Zenius. Gue jarang banget nonton bagian bahasa Indonesia dan Inggris karena waktu memahami seluruh video-videonya ga cukup apalagi bahas soal-soalnya.

Zenius memang membantu gue banget sejak tahun 2015 hingga 2017, hampir sekitar 3 tahun lebih. Zenius juga membuat gue ga buta ilmu lagi dan mampu mempersiapkan SBMPTN dengan baik walaupun tidak semua bab gue tuntas memahaminya. Berkat Zenius gue juga lulus di Teknik Kimia (S1), Universitas Riau pada tahun 2016 pilihan ortu gue. Terus karena gue niat dari awal di Jawa dan ikut SBMPTN dan Seleksi Mandiri lagi, dan gue lulus di Teknik Kimia (S1), Universitas Sebelas Maret, salah satu universitas yang gue inginkan.

Akhir kata gue mengucapkan terima kasih buat seluruh tutor-tutor Zenius! Tanpa lu, Zen, gue ga akan ngerti konsep dasar seluruh mata pelajaran saintek dan TPA! Mungkin tanpa lu juga gue ga akan bisa mendapatkan satu kursi di salah satu universitas yang gue inginkan! Terima kasih, Zen, selama hampir 3 tahunnya! Salam pendidikan!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s